PROSES BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN GAYA BELAJAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOAL CERITA MATEMATIKA

Sufyan Sufyan, Rukli Rukli, Agustan Agustan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran proses berpikir kritis peserta didik dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Identifikasi proses berpikir kritis didasarkan atas langkah-langkah berpikir kritis IDEALS yakni Identify, Define, Enumerate, Analyze, List and Self Correct. Subjek penelitian terdiri dari 3 peserta didik yang masing-masing memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik yang memiliki nilai tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil tes peserta didik di Sekolah. Oleh karena itu, triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian proses berpikir kritis siswa visual, auditori, dan kinestetik pada langkah identify, enumerate, analyze, list dan self-correct memiliki kesamaan dalam memecahkan masalah berbentuk soal cerita. Perbedaan proses berpikir kritis tersebut paling menonjol terlihat pada langkah define. Perbedaannya terletak pada cara dan saat menjelaskan bentuk akuarium berdasarkan fakta dan alasan logis yang diberikan, perbedaan yang lain terletak pada ketelitian siswa dalam memeriksa kembali jawaban yang diperoleh karena subjek auditori sempat menambahkan catatan dalam jawabannya. Siswa kinestetik dapat dikatakan memiliki proses berpikir kritis lebih baik dibandingkan siswa visual pada langkah define.


Keywords


proses berpikir kritis, gaya belajar, memecahkan masalah, soal cerita matematika

References


Amina, S. R. (2016). Analisis Aktivitas Belajar Siswa Berdsarkan Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik Siswa Pada Pembelajaran Biologi Kelas XI IPA MAN 1 Medan. Jurnal Pelita Pendidikan, 5(4), 355–360.

Amir, M. F. (2015). Proses Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Dalam Memecahkan. Journal Math Educator Nusantara, 01, 159–170.

Asmad. (2017). Penerapan Pendekatan Inkuiri Untuk Meningkatkan Matematika. Pedagogi Jurnal Penelitian Pendidikan, 04(01), 40–50.

Hayyu, M. N., & Budhi, W. (2016). Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua, Lingkungan, Dan Gaya Belajar Dengan Prestasi Belajar Fisika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika-COMPTON, 3(1), 9–22.

Hidayah, S. R., Trapsilasiwi, D., Setiawani, S., & Matematika. (2016). Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas VII F Mts . Al-Qodiri 1 Jember dalam Pemecahan Masalah Matematika Pokok Bahasan Segitiga dan Segi Empat ditinjau dari Adversity Quotient ( The Process o f Critical Thinking Students Class VII F Mts . Al-Qodiri 1 Jember i. Jurnal Edukasi UNEJ, 3(3), 21–26.

Nitya, I. G. E. P. D., Koyan, I. W., & Partadjaja, T. R. (2013). Penerapan Model Polya Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Siswa Kelas V SD No . 2 Pemaron. Mimbar PGSD, 1(2).

Putri, A. W. (2013). Pengaruh Gaya Belajar Siswa ( Visual , Auditorial Dan Kinestetik ) Pada Mata.

Ramalisa, Y. (2013). Proses Berpikir Kritis Siswa Sma Tipe Kepribadian Thinking Dalammemecahkan Masalahmatematika. Edumatica, 03(01), 42–47.

Rohati. (2014). Proses Berpikir Kritis Siswa Smp Tipe Influence Dalam Memecahkan Masalah Matematika. Edumatica, 04(01), 44–50.

Rokhman, A. M., & Basuki, I. (2013). ( Audiotory Learning Dan Visual Learning ) Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Penelitian Pendidikan Elektro, 01(1), 115–121.

Sari, A. K. (2014). Analisis Karakteristik Gaya Belajar VAK (Visual, Auditorial, Kinestetik) Mahasiswa Pendidikan. Jurnal Ilmiah Edutic, 1(1), 1–12.

Sumarwati. (2008). Soal Cerita Dengan Bahasa Komunikatif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(1), 26–36.

Visitasari, R., Yuli, T., Siswono, E., Matematika, J., & Surabaya, U. N. (2013). Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Berbentuk Soal Cerita Aljabar Menggunakan Tahapan Analisis Newman.

Wahyuni, Y. (2017). Identifikasi Gaya Belajar ( Visual, Auditorial, Kinestetik). Universitas Bung Hatta. JPPM, 10(2), 128–132.

Wahyuningtyas, W. (2013). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Materi Turunan Fungsi Melalui Diskusi Kelompok. MATHEducation, 0x(xx), 1–8.




DOI: http://dx.doi.org/10.33578/pjr.v5i6.8502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran)

Secretariat
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Gedung B1, FKIP Universitas Riau
Kampus Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru Panam
Pekanbaru Riau Indonesia 28293
e-mail : pajar@ejournal.unri.ac.id