HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GADGET DENGAN EMPATI PADA SISWA SMA IT PEKANBARU
DOI:
Keywords:
kecanduan gadget, empati, siswa SMA ITAbstract
Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk social yang membutuhkan satu sama lain. Dalam kehidupan social, terdapat sebuah proses interaksi yang dipengaruhi oleh beberapa factor seperti tiruan, saran, simpati, identifikasi, dan empati. Beberapa masalah umum yang dihasilkan dari kurangnya budaya empati dalam masyarakat yang menjadi dampak negatif dari penggunaan gadget. Dengan demikian, akan terbentuk karakter individu yang arogan, acuh pada lingkungan, dan berpotensi untuk melakukan tindak asusila. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan gadget dan empati pada siswa SMA IT Pekanbaru. Populasi pada artikel ini adalah 996 siswa dan sampel yang didapat adalah 152 siswa. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik mengacak sampel sederhana. Teknik koleksi data menggunakan skala empati dari 11 aitem (rix = 0.828) dan skala kecanduan gadget menggunakan (SAS-SV) dari 10 aitem (rix = 0.810). Data diproses menggunakan analisis korelasi Pearson product moment. Didapat hasil korelasi tes (rxy = -0.028) dengan nilai yang signifikan sebesar 0.730 (standar 0 0.05). Ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kecanduan gadget dan empati pada siswa.
References
Armayati, L. (2013). Pengaruh gadget terhadap kemampuan bersosialisasi pada remaja. Jurnal An-Nafs, 8(2), 1–20.
Cooper, A. (2000). Seks maya: Dark side of the force: A special issue of the journal Sexual Addiction & Compulsivity. Philadelphia: G. H. Buchanan.
Davey, S., & Davey, A. (2014). Assessment of smartphone addiction in Indian adolescents: A mixed method study by systematic-review and meta-analysis approach. International Journal of Preventive Medicine, 1(1), 20–40.
Farida, A. S. (2007). Social life skill untuk anak usia dini: Empati. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Goleman, D. (2007). Emotional intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Goswami, V., & Singh, D. R. (2016). Impact of mobile phone addiction on adolescent’s life: Literature review. International Journal of Home Science, 2(1), 69–74.
Hoffman, M. L. (2000). Empathy and moral development: Implication for caring and justice. Cambridge: Cambridge University Press.
Hurlock, E. B. (1999). Perkembangan anak jilid 2. Jakarta: Erlangga. (Ahli bahasa: Med. Meitasari Tjandrasa & Muslichah Zarkasih, Edisi keenam)
Kwon, M., Kim, D. J., Cho, H., & Yang, S. (2013). Development and validation of a smartphone addiction scale (SAS). [Diakses 23 Februari 2020]. Tersedia dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov
O’Brien, C. (2010). Addiction and dependence in DSM‐V. Addiction, 106(5), 866–867.
Prasetya, B. W. (2017). Hubungan antara kecanduan gadget dan empati pada remaja akhir di Parokari Hati Kudus Tuhan Yesus Simo Kabupaten Boyolali [Skripsi publikasi]. Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Semarang.
Putri, A. (2019). Hubungan pengawasan orangtua dalam penggunaan gadget dengan kemampuan berempati pada anak kelompok B. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Edisi 3, 269–276.
Riswandi. (2013). Psikologi komunikasi (Edisi 1). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Salam, A. (2013). Empati masyarakat Indonesia sangat kurang. Diakses 23 Januari 2020 dari http://ugm.ac.id/id/berita/7649empati.masyaraat.indonesia.sangat.kurang
Taufik. (2012). Empati: Pendekatan psikologi sosial. Jakarta: Rajawali Pers.
Yuwanto, L. (2010). Mobile phone addict. Surabaya: Putra Media Nusantara.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Licence
Copyright @2017. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) which permits unrestricted non-commercial used, distribution and reproduction in any medium
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.