PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA

Authors

  • Nuurul Lathifah Universitas Muria Kudus, Kudus, Indonesia Author
  • Henry Suryo Bintoro Universitas Muria Kudus, Kudus, Indonesia Author
  • Khamdun Universitas Muria Kudus, Kudus, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i2.8316

Keywords:

pola asuh, berpikir kreatif dan siswa sekolah dasar

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses berpikir kreatif siswa terhadap pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar. Informan dalam penelitian ini adalah siswa, orang tua, dan guru kelas. Terdapat empat indikator berpikir kreatif, yaitu berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinal, dan berpikir elaborasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dokumentasi, dan tes. Seluruh dimensi tersebut digunakan untuk mengukur bagaimana pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa serta bagaimana dampak pola asuh orang tua terhadap proses berpikir kreatif siswa.

References

Anisah, S. A. (2011). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 5(1), 70–84.

Anggraeni, A., Suryadi, H. B., & Jayanti. (2015). Penerapan model pembelajaran discovery learning dalam peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas IV SD. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3(1), 82–88.

Asiyah, N. (2013). Pola asuh demokratis, kepercayaan diri, dan kemandirian mahasiswa baru. Pesona: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 108–121.

Bintoro, H. S. (2015). Pembelajaran matematika sekolah dasar menggunakan metode jarimatika pada materi perkalian. Dalam Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika.

Choiri, M. M. (2017). Upaya pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar anak. Jurnal Refleksi Edukatika, 8(1), 90–97.

Cintia, N. I., Kriswandani, F., & Apriani, I. (2018). Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa. Perspektif Ilmu Pendidikan, 32(1), 69–77.

Gunawan, L., & Farid, M. (2014). Motivasi intrinsik, pola asuh orang tua demokratis, dan kreativitas anak sekolah dasar. Jurnal Psikologi Indonesia, 3(2), 141–147.

Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi. Jurnal At-Taqaddum, 8(1), 21–46.

Humaira. (2014). Pola asuh orang tua dalam meningkatkan kecerdasan emosi pada anak usia dini di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Empowerment, 4(2), 2252–4738.

Muqodas, I. (2015). Mengembangkan kreativitas sekolah dasar. Metodik Didaktik, 9(2), 25–32.

Rika, S. (2018). Kemampuan berpikir kreatif siswa SMP melalui model problem. Pesona PAUD, 1(1), 20–30.

Santrock, John W. (2002). Perkembangan masa hidup (Edisi ke-5, Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukanta, I. K. (2018). Nilai-nilai pola asuhan orang tua yang mendorong daya kreativitas anak. Suluh Pendidikan, 16(1), 85–98.

Yulianti, T. R. (2014). Peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Empowerment, 4(1), 11–24.

Published

2022-03-24

Issue

Section

Original research

Similar Articles

1-10 of 191

You may also start an advanced similarity search for this article.