STRATEGI KELUARGA MUSLIM DALAM PEMBELAJARAN RELIGIUSITAS ANAK PADA MASYARAKAT MULTI AGAMA DI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

Authors

  • Inda Wulansari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia Author
  • Akif Khilmiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia Author
  • Aris Fauzan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i2.8572

Keywords:

strategi, keluarga muslim, penguatan, religiusitas anak

Abstract

Lingkungan keluarga dan sosial mempengaruhi karakter anak-anak. Nilai-nilai religiusitas sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Karenanya, artikel ini membahas sebuah penelitian mengenai strategi keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak pada masyarakat multi agama gunungkidul, untuk mengkaji bagaimana keberhasilan keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak, untuk menemukan faktor penghambat dan strategi mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah keluarga muslim yang mempunyai anak usia 6-12 tahun. Selain itu, berdasarkan karakteristik latar belakang pendidikan agama orang tua, pekerjaan, dan ketokohan dalam masyarakat kuwangen lor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1. Strategi keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak: Keteladanan dalam penguatan aqidah, pembiasaan dalam ibadah, pemberian nasehat, pengawasan terhadap pergaulan anak, keteladanan dalam berperilaku, serta penerapan hadiah dan hukuman yang mendidik. 2. Keberhasilan keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak yaitu terdapat tiga tingkatan. Kategori sangat baik terdapat pada aspek pengetahuan agama, praktik agama dan konsekuensi karena menggunakan empat strategi yaitu keteladanan, nasehat, pembiasaan, hadiah dan hukuman mendidik. Kategori baik terdapat pada aspek keyakinan, karena menggunakan tiga strategi yaitu keteladanan, pembiasaan dan nasehat. Kategori cukup terdapat pada aspek penghayatan karena menggunakan dua strategi yaitu nasehat dan keteladanan.3. Faktor penghambat yaitu kurangnya ilmu pengetahuan, pemahaman agama, pola pengasuhan anak oleh orang tua, penggunaan HP dan televisi yg berlebihan serta pergaulan teman sebaya. Strategi mengatasi hambatan yaitu membuat jadwal kesepakatan antara orang tua dengan anak, memberikan hadiah dan hukuman yang mendidik, dan memberikan fasilitas penunjang untuk penguatan religiusitas anak.

References

Aisyah, R., & Tamsil, M. (2013). Perilaku seksual remaja pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Jurnal BK UNESA, 3(1), 364–372.

Anganthi, R., Nisa, N., & Zahrotul, U. (2015). Pemaknaan nilai-nilai spiritual well-being dalam kehidupan keluarga Muslim. The 2nd University Research Colloquium, 215–226.

Carol, S., & Benjamin, S. (2018). Religiosity as a bridge or barrier to immigrant children’s educational achievement? Research in Social Stratification and Mobility, 55, 75–88.

https://doi.org/10.1016/j.rssm.2018.04.001

Nasution, N. (2015). Metode dakwah dalam membentuk akhlak mahmudah remaja. Wardah, 12(2), 163–177.

Nirwana, A. (2020). Konsep pendidikan psikologi religiusitas remaja Muslim dalam motivasi beragama. At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 7(1), 71–78.

https://doi.org/10.47498/tadib.v12i01.324

Seira, V. (2009). Peranan orang tua dalam mengembangkan religiusitas anak.

Published

2022-03-27

Issue

Section

Original research

Similar Articles

1-10 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.