PENDIDIKAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS: SEBUAH STUDI TEORI KARL R. POPPER

Authors

  • Irwan Supriyanto Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia Author
  • Ahmad Syamsu Rizal Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i3.8734

Keywords:

pendidikan karakter, berpikir kritis, falsifikasi popper

Abstract

Artikel ini merupakan gambaran sebuah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Analisis dari penelitian tersebut menggunakan pembacaan deskriptif mengenai pendidikan karakter berdasarkan cara berfikir kritis siswa, lalu dikaitkan dengan falsifikasi teori yang dicetuskan oleh ilmuan bernama Karl Raymund Popper yaitu teori falsifikasi. Tujuannya adalah agar menjadi salah satu cara untuk mengatasi fenomena yang terjadi hari ini, dimana segala kemudahan ilmu teknologi dan informasi berkembang begitu masif. Anak harus dibekali karakter kuat yang mampu menghadapi segala persoalan atau menyaring informasi yang diterimanya agar tidak diterima secara mutlak tanpa mengetahui keshahihan persoalan tersebut. Sehingga dalam hal ini para pendidik harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir kritis anak agar bisa dijadikan bekal dalam kehidupannya menghadapi perkembangan dunia yang semakin kuat. Hal ini sejalan dengan teori falsifikasi yang dicetuskan oleh Karl Raymund Popper yang menyatakan bahwa sebuah informasi atau pengetahuan harus diuji kesalahannya agar dapat dinyatakan sebagai kebenaran atau pengetahuan yang kokoh. Sehingga siswa bisa memfilter informasi yang didapatkan, mengkaji setiap pengetahuan yang diperoleh, serta mampu menyelesaikan persoalan dengan pemikiran yang rasional dan sistematis. Hasil kajian ditemukan bahwa Teori Karl Popper ini lebih menekankan pada kebenaran sebuah fakta yang mana kebenaran tersebut haruslah mutlak tanpa ada cacat. Teori ini mengajak peserta untuk memastikan teori atau informasi yang didapat terlebih dahulu. Falsifikasi dijadikan sebagai penentu demarkasi untuk proposisi yang ilmiah dan tidak. 

References

Agus, W. (2012). Pendidikan karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Assya’bani, R. (2020). Methodology of scientific research programmes Imre Lakatos: Implikasi terhadap studi dan pendidikan Islam. At-Turas: Jurnal Studi Keislaman, 7(2), 218–231.

Bahri, A. S. (2021). Memproteksi peserta didik dari bahaya hoaks dengan literasi kritis. Lentera: Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran, 1(3).

https://journal.actualinsight.com/index.php/lentera/article/view/435

Bustami, Y., & Corebima, A. D. (2017). The effect of JIRQA learning strategy on critical thinking skills of multiethnic students in higher education. Indonesian International Journal of Humanities and Social Sciences Education, 4(3), 13–22.

Chresty, A. (2015). Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui metode eksperimen berbasis lingkungan. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(2).

Dalmeri. (2014). Pendidikan untuk pengembangan karakter. Jurnal Al-Ulum, 14(1).

Dwijananti, D., & Yulianti. (2010). Pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran problem based instruction pada mata kuliah fisika lingkungan. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6(1), 20–50.

Karim, N. (2015). Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model JUCAMA di sekolah menengah pertama. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 20–55.

Komarudin. (2014). Falsifikasi Karl Popper dan kemungkinan penerapannya dalam keilmuan Islam. Jurnal Attaqoddum, 6(2).

Megawanti, P. (2015). Meretas permasalahan pendidikan di Indonesia. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(3).

M. Cáceres, M., Nussbaum, M., & Ortiz, J. (2020). Integrating critical thinking into the classroom: A teacher’s perspective. Thinking Skills and Creativity, 37(1), 100674.

Normaya, K. (2015). Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model JUCAMA di sekolah menengah pertama. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1).

Rahayuni, G. (2016). Hubungan keterampilan berpikir kritis dan literasi sains pada pembelajaran IPA terpadu dengan model PBM dan STM. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA, 2(2), 131–146.

Saputro, H. B. (2016). Peran guru SD dalam membangun karakter dan kecakapan abad ke-21. Dalam Prosiding Seminar Nasional PGSD dan BK. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Pakpahan, R. (2017). Analisis fenomena hoaks di berbagai media sosial dan cara menanggulangi hoaks. Konferensi Nasional Ilmu Sosial dan Teknologi, 1(1).

Yahya, K. (2010). Pendidikan karakter berbasis potensi diri: Mendongkrak kualitas pendidikan. Yogyakarta: Pelangi Publishing.

Zubaidah, S. (2016). Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. Dalam Prosiding Seminar Nasional MIPA. Sintang: STKIP Persada Khatulistiwa.

Zubaidah, S. (2018). Keterampilan abad ke-21: Bagaimana membelajarkan dan mengaksesnya. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. Riau: Universitas Islam Riau.

Published

2022-05-23

Issue

Section

Original research

Similar Articles

11-20 of 52

You may also start an advanced similarity search for this article.