MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN MELALUI KEGIATAN IN HOUSE TRAINING (IHT) YANG BERKELANJUTAN DI SMAN 7 PEKANBARU

Authors

  • Nurhafni SMAN 7 Pekanbaru, Pekanbaru, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i3.8820

Keywords:

kompetensi guru, in house training, bahan ajar

Abstract

Guru dituntut mempunyai kompetensi menyusun bahan ajar sendiri. Oleh sebab itu, artikel ini ditujukan 1) meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar melalui In House Training (IHT) penyusunan bahan ajar mata pelajaran yang berkelanjutan, 2) menyusun langkah-langkah In House Training (IHT) penyusunan bahan ajar mata pelajaran yang berkelanjutan, 3) meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan ajar yang dibuat guru sendiri secara mandiri. Landasan teori adalah kompetensi manajerial dan kewirausahaan kepala sekolah untuk memperbaiki kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang efektif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMAN 7 Pekanbaru, waktu penelitian bulan Oktober dan November 2021. Penelitian menghasilkan temuan bahwa IHT berkelanjutan berupa in dan on service. Kegiatan on service terjadi perubahan kompetensi sikap dan keterampilan guru kuantitas dan kualitas bahan ajar. Jumlah bahan ajar yang dibuat guru bertambah dari 25% menjadi 80%. Dan kualitas bahan ajar berubah dari nilai 2.5 mendekati katagori kurang menjadi 3,5 melebihi katagori cukup. Kesimpulan dari PTS pada artikel ini adalah 1) untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar melalui In House Training (IHT) penyusunan bahan ajar mata pelajaran yang berkelanjutan, 2) bentuk IHT yang dilaksanakan sebagai bentuk pelatihan berbasis kompetensi, dan 3) untuk melanjutkan IHT berkelanjutan dalam penyusunan bahan ajar sendiri agar meningkatkan kuatitas dan kulitas bahan ajar yang dibuat sendiri oleh guru.

 

References

Depdiknas. (1997). Petunjuk pengelolaan administrasi sekolah dasar. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2001). Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Fatmawati, H., Hendracipta, N., & Andriana, E. (2022). Pengembangan e-bahan ajar berbasis cerita bergambar tema hidup bersih dan sehat pada kelas II sekolah dasar. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(1), 18–28. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i1.8572

Goldman. (1994). How principals lead without dominating. Oregon School Study Council.

Idochi. (2004). Administrasi pendidikan dan manajemen biaya pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Jasmi, O. (2020). Upaya peningkatan kompetensi guru menulis handout melalui in house training di masa pandemi. Inovasi Pendidikan, 7(2), 20–30.

Jawardi. (2021). Training by using Zoom Meeting to improve teaching skills at SDN 017 Sungai Gantang. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(5), 1434–1442. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i5.8488

Kamiludin, J. (2021). Pelaksanaan in house training (IHT) untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Jurnal Pedagogiana, 8(49), 50–70.

Kurniaman, O., & Zufriady, Z. (2019). The effectiveness of teaching materials for graphic organizers in reading in elementary school students. Journal of Educational Sciences, 3(1), 48–62.

Kaswi, K., Setiadi, G., & Su’ad, S. (2021). Pengaruh pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru di sekolah dasar Kecamatan Winong. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(6), 1536–1543. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i6.8318

Kemaludin. (2009). In house training. http://tikettraining.com

Kamaruddin, K. (2021). Increasing teachers’ capabilities in online learning by using WhatsApp during the pandemic at SDN 18 Bengkalis. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(5), 1490–1496. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i5.8521

Lashway, L. (1997). Multidimensional school leadership. Phi Delta Kappa Educational Foundation.

Majid, A. (2005). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2004). Paradigma pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2003). Kurikulum berbasis kompetensi: Konsep, karakteristik, dan implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad. (2022). Peningkatan profesionalisme guru melalui supervisi pendidikan di SDN 017 Seberang Tembilahan. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(1), 144–149. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i1.8800

Purnomo, H., & Wulandari, I. (2019). Pengembangan bahan ajar evaluasi pembelajaran untuk pendidikan guru sekolah dasar Universitas Kuningan. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 3(6), 1204–1215. https://doi.org/10.33578/pjr.v3i6.7878

Raupu, S., Maharani, D., Mahmud, H., & Alauddin. (2021). Democratic leadership and its impact on teacher performance. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(3), 1556–1570.

Sahertian, P. A. (2000). Konsep-konsep dan teknik supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Surya, M. (2003). Psikologi pembelajaran dan pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.

Suryasubrata. (1997). Proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Syah, M. (2007). Pedoman memilih dan menyusun bahan ajar dan teks mata pelajaran. Jakarta: Mini Jaya Abadi.

Suarman, Hendripides, & Hikmah, N. (2018). Development of innovative teaching materials through scientific approach. Journal of Educational Sciences, 2(2), 14–22.

Sa’diyah, R., Su’ad, S., & Setiadi, G. (2021). Pengaruh motivasi kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kedisiplinan guru SD di Tambakromo Pati. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(6), 1559–1565. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i6.8344

Subekti, W., Su’ad, S., & Setiadi, G. (2021). The effect of principal’s managerial ability and work discipline on teachers’ performance in public elementary schools in Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(5), 1360–1368. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i5.8123

Sembiring, M. E., Simarmata, E. J., & Tanjung, D. S. (2022). Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada tema Praja Muda Karana. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(1), 78–87. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i1.8517

Shofa, A., Su’ad, S., & Murtono, M. (2021). Developing integrative thematic materials based on local wisdom on science subject of theme 3 healthy food at grade V. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(5), 1386–1396. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i5.8171

Terry. (1993). Authentic leadership: Courage in action. University of Michigan.

Usman, M. U. (1994). Menjadi guru profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wahidin. (2008). 13 faktor untuk menjadi kepala sekolah yang efektif. Jakarta: Gramedia.

Wardani, I. G. K. (1996). Alat penilaian kemampuan guru (APKG). Jakarta: Dirjen Dikti.

Widodo. (2008). Panduan bahan ajar berbasis kompetensi. Jakarta: Gramedia.

Zikri, Z., Hadriana, H., & Sumarno, S. (2021). Analisis gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 6 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(6), 1604–1613. https://doi.org/10.33578/pjr.v5i6.8469

Published

2022-05-23

Issue

Section

Original research

Similar Articles

1-10 of 163

You may also start an advanced similarity search for this article.