LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Dwikky Bagus Pangestu Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author
  • Tri Umari Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author
  • Elni Yakub Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i5.8978

Keywords:

guidance and counselling, elementary school, homeroom teacher

Abstract

Guidance and counselling services in elementary schools are important in the educational context. It is related to assisting the development task of independent, productive, and creative students. In elementary schools, most of the guidance and counselling services are carried out by the homeroom teacher which is implemented during the learning activity. Homeroom teachers in elementary schools applied guidance and counselling services including basic services, responsive services, individual planning, and system support in order to help, prevent, and overcome the problems faced by students. In fact, most of the guidance and counselling teachers have not been placed in elementary schools, as well as a special time for guidance and counselling services. It causes the implementation of guidance and counselling services not to run optimally. The research in this article is aimed to determine the implementation of guidance and counselling services applied by homeroom teachers through planning, implementing, and evaluating in Pekanbaru. The research sample was 30 homeroom teachers. In addition, a written interview measuring instrument and a guidance and counselling service scale were used in this research with instrument validity of 0.4 and reliability of 0.886. Data analysis was carried out by descriptive analysis test using the percentage formula. The results indicated that there was a homeroom teacher’s role in implementing guidance and counselling services through planning, implementation, and evaluation.

References

Am, J., Wibowo, A., & Widiastuti, H. A. (2020). Kerja sama guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling (studi kasus di SMA Negeri 1 Seputih Agung Lampung Tengah tahun pelajaran 2019/2020). Counseling Millennial (CM), 1(1), 9–23.

Amalianingsih, R., & Herdi, H. (2021). Studi literatur: Faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 5(1), 50. https://doi.org/10.30598/jbkt.v5i1.1071

Astuti, A. (2006). Layanan bimbingan dan konseling. Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya.

Atmaja, S. D., Harapan, E., & Nurlela, N. (2019). Implementasi peran wali kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Benakat. Jurnal Wahana Konseling, 2(2), 125. https://doi.org/10.31851/juang.v2i2.4700

Bhakti, C. P. (2015). Bimbingan dan konseling komprehensif: Dari paradigma menuju aksi. Jurnal Fokus Konseling, 1(2), 93–106.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2016). Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling Sekolah Menengah Atas (SMA). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gita, K. N., & Perianto, E. (2020). Peran guru bimbingan dan konseling untuk mengubah persepsi negatif siswa SMP di Yogyakarta terhadap guru bimbingan dan konseling. Jurnal Konseling, 5(1).

Martanti, F. (2018). Peran guru kelas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di SDN Watuaji 01 Kabupaten Jepara. Magistra: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, 6(2), 18–31. https://doi.org/10.31942/mgs.v6i2.1776

Muis, T. (2006). Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP negeri dan SMP swasta. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(1), 1–8.

Permana, S. A., Syahniar, S., & Daharnis, D. (2016). Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kerinci. Jurnal Konselor, 3(4), 168–179.

Purwaningrum, R. (2018). Bimbingan konseling komprehensif sebagai pelayanan prima konselor. Jurnal Ilmiah Konseling, 18(1), 18–27. http://ejournal.utp.ac.id/index.php/jik/article/view/717/520520569

Sukadari, S. (2021). Guru bimbingan dan konseling di sekolah dasar sangat dibutuhkan. Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an, 8(1), 67–74. https://doi.org/10.31316/esjurnal.v8i1.1204

Sultani, D. I. (2018). Manajemen bimbingan dan konseling di SMP Negeri Satu Batang Kuis Deli Serdang. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 2(2), 257–264. https://doi.org/10.32696/jp2sh.v2i2.65

Supriyanto, A. (2016). Kolaborasi konselor, guru, dan orang tua untuk mengembangkan kompetensi anak usia dini melalui bimbingan komprehensif. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education), 4(1), 42–49.

Sutirna. (2019). Layanan bimbingan dan konseling bagi guru mata pelajaran. Layanan Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 5, 6–16.

Trisnowati, E. (2016). Peran konselor di berbagai setting sekolah. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2), 165–172.

Z. Aqib. (2016). Ikhtisar bimbingan dan konseling. Yrama Widya.

Published

2022-09-30

Issue

Section

Original research

Similar Articles

1-10 of 225

You may also start an advanced similarity search for this article.