ANALISIS PENGETAHUAN MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS RIAU PERIODE 2017- 2019 TERHADAP ALAT MUSIK TRADISIONAL PROVINSI RIAU

Authors

  • Hasbullah Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author
  • Zufriady Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author
  • Guslinda Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33578/pjr.v6i1.8250

Keywords:

analisis pengetahuan, terhadap alat musik tradisional

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh, pada era globalisasi sekarang musik semakin lama semakin modern sehingga banyak calon guru sekolah dasar Universitas Riau yang melupakan musik-musik tradisional, sehingga peneliti tertarik untuk menganilisis pengetahuan mahasiswa PGSD Universitas Riau periode 2017–2019 terhadap alat musik tradisional Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada 358 mahasiswa di PGSD Universitas Riau. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes tertulis yang terdiri dari soal objektif sebanyak 25 butir soal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa yang mendapatkan kategori baik sekali sebanyak 92.73%. Pada kategori baik sebanyak 79.25%. Pada kategori cukup sebanyak 63.92%. Pada kategori kurang sebanyak 34.73%. Umumnya pengetahuan mahasiswa PGSD Universitas Riau berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 72.93.

References

Agus, M. (2017). Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan Teknolohi Komunikasi. Jurnal Nusa, 12(1), 20–40.

Alexander, J. (2013). Modul Statistik Pendidikan. Pekanbaru: FKIP Universitas Riau.

Arikunto, S. (2007). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ali, F., & Suharto, S. (2017). Bentuk Musik dan Kesenian Jamjaneng Grup Sekar Arum di Desa Panjer Kabupaten Kebumen. Jurnal Seni Musik, 6(1), 20–35.

Galuh, P. (2013). Bentuk Pertunjukan dan Nilai Estetis Kesenian Tradisional Terbang Kencer Baitussolikhin di Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Artikel ISSN 2301-4091 Universitas Negeri Semarang.

Karsono. (2016). Penerapan Model Quantum Learning dalam Pembelajaran Seni Musik di Sekolah Dasar. Mimbar Sekolah Dasar, 3(2), 50–65.

Manggih, I. M. (2014). Bentuk dan Fungsi Kesenian Tong-Tong Prek Desa Jatirejo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Jurnal Seni Musik, 3(2), 60–75.

Mareza, L. (2017). Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Sebagai Strategi Intervensi Umum Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Scholaria, 7(1), 90–110.

Ridwan, S. (2016). Pembelajaran Seni Musik Tematik Sebagai Implementasi Kurikulum 2013. Ritme, 2(2), 95–130.

Ratna, W. D. (2011). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Ryan, P., & Endang, D. (2016). Pergeseran Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture. Humanika, 23(1), 130–145.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Cara Mudah Menyunsun: Skripsi, Tesis, dan Desertasi. Bandung: Alfabeta.

Suardi, S. M. (2018). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Parama Ilmu.

Yulianti, F., & Satya, D. (2016). Internalisasi Karakter Individu Melalui Pendidikan Musik Menuju Kerangka Konseptual Sebuah Kualitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 1(2), 30–45.

Zufriady. (2018). Ekstra Kurikuler Seni Sekolah Dasar di Pekanbaru. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(2), 85–95.

Zufriady. (2017). Model Pengembangan Kreatifitas Anak Melalui Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Musik Riau Bagi Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(1), 110–125.

Published

2022-01-31

Issue

Section

Original research

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 113

You may also start an advanced similarity search for this article.